
Kab. OKI. MKTRI, Sejarah seorang pemimpin dapat dilihat dari maju mundurnya daerah itu sendiri dan...
Dirilis oleh admin pada Sabtu, 19 Nov 2011
Telah dibaca 1099 kali

Rencana pembangunan jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Pulau Rupat, Indonesia dengan Teluk Gong, Malaysia lebih banyak direspon oleh pihak Malaysia.
Terkait Jembatan Selat Malaka ini justru pihak Malaysia yang proaktif mengambil konsep ini. Mereka sudah `menjual` ke China, bahkan sudah dibentuk perusahaan sendiri untuk investasi di proyek ini.
Pemerintah dalam proyek ini masih melakukan tahap pengkajian, baik estimasi waktu pembangunan, maupun anggaran dana yang diperlukan. Pembangunan megaproyek jembatan sepanjang 54,33 km harus menanti proyek Jembatan Selat Sunda selesai dibangun.
Apabila proyek jembatan antarnegara ini selesai, maka Pulau Rupat sebagai penghubung dari Indonesia bisa dijadikan tempat wisata yang diikuti dengan pembangunan sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan yang diperlukan untuk menunjang jembatan antara Dumai-Malaka.
Menurut rencana, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tersebut antara lain Jalan Lubuk Gaung-Dumai sepanjang 15 km, Jembatan Lubuk Gaung-Pulau Mampu sepanjang 1.900 km, Jembatan Pulau Mampu-Pulau Payung sepanjang 2.000 m serta Jembatan Pulau Payung-Pulau Rupat sepanjang 2.000 m.
Kemudian, jalan di Pulau Rupat sepanjang 48 km, Jembatan Selat Medang sepanjang 200 m, Jembatan Sei Simpur sepanjang 190 m, Jembatan Sei Medang Dalem 1 sepanjang 150 m dan Jembatan Sei Medang Dalem 2 sepanjang 225 m. Sebelumnya, disebutkan rencana pembangunan jembatan Selat Malaka diperkirakan akan menelan dana 11 miliar dolar.
Mulyadi AM