
Proyek pembangunan Trash Rake Rotary sungai Cimahi-Leuwi Goong yang pelaksanaannya...
Dirilis oleh kusnadi pada Selasa, 24 Jan 2012
Telah dibaca 197 kali
Akibat banyaknya armada pengangkut sampah yang mengalami kerusakan, tumpukan sampah disejumlah titik di Kota Cimahi sempat tidak terangkut hamper satu bulan lebih lamanya. Menurut Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Cimahi Dadang Kartiwa, mengatakan bahwa dari 22 unit armada pengangkut sampah yang ada, 19 unit diantaranya masih bisa dioperasikan itupun umurnya relatif sudah tua.
Sedangkan sisanya mengalami kerusakan berat bahkan ada yang sudah tidak layak pakai. Sehingga pada periode antara Oktober – Desember 2011 lalu pelayanan sempat tertunda. Sementara volume sampah yang dihasilkan per-harinya sudah mencapai 668 ton dengan tingkat pelayanan baru bisa mencapai 65% dan sisanya sebesar 35% tidak terdeteksi.
Dadang mengatakan bahwa pada tahun 2012 ini pihaknya sudah mengajukan penambahan armada sebanyak 3 unit truk arm roll, namun yang disetujui hanya satu unit dengan pagu anggaran sebesar 900 juta. Dengan dukungan prasarana yang memadai target pelayanan sebesar 75% pada tahun 2014 akan mampu terpenuhi sementara dengan kondisi saat ini kami baru bisa meningkatkan target pelayanan sebesar 7% per-tahun,”ujarnya”.
Ketika disinggung perihal keberadaan stasiun peralihan antara sampah (SPAS), Dadang menjelaskan bahwa SPAS tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat sebagai pengembangan dari tempat penampungan sampah sementara (TPS) yang nantinya akan berfungsi sebagai tempat memproses pemadatan sampah dengan kapasitas sebesar 6 m3 sampah persekali pres (pemadatan).
Menurutnya, manfaat SPAS tersebut nantinya akan dapat meningkatkan daya angkut lebih besar dan efisien serta mampu menghemat ritasi operasional dan ramah lingkungan. Kami berharap bahwa pada tahun ini serah terima pengelolaan SPAS tersebut bisa dilaksanakan dan segera difungsikan.
Herrs