
Dedi Rudiat, asal kelahiran Bandung Jawa Barat yang menggeluti dunia jurnali sejak 26 tahun yang...
Dirilis oleh admin pada Rabu, 18 Jan 2012
Telah dibaca 472 kali

Pembangunan infrastruktur sangat berkaitan erat dengan penataan ruang perkotaan, baik yang menyangkut dalam kawasan kota itu sendiri maupun yang menyangkut dengan bagian -bagian wilayah kota lainnya, antar kota dan antar wilayah.
Keterkaitan pembangunan infrastruktur yang melayani antar kawasan akan menjamin pola-pola stuktur dalam konteks perwilayahan yang lebih luas, selanjutnya akan menjamin pula kegiatan-kegiatan yang mempunyai lingkup lebih besar dalam pencapaian manajemen lahan perkotaan yang lebih baik.
Hubungan pembangunan infrastruktur dengan manajemen lahan perkotaan harus dalam proporsi dan fungsi yang tepat dalam pengembangan kota. Katakanlah segi perencanaan dan manajemen lahan perkotaan sudah tersedia dengan baik tapi kemudian yang menjadi pertanyaan siapakah yang bertanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur pada kota tersebut terutama kota yang baru berkembang, dimana pembangunan infrastruktur tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Pembangunan dalam upaya penyediaan prasarana perkotaan menunjukan kesan dilakukan hanya secara tambal sulam, penyediaan kebutuhan akan air bersih, drainase, jalan, lingkungan, listrik, telepon dan lain - lain, belum terkoordinasi dengan baik, belum menjangkau keterpaduan dalam skala kawasan Kota sehingga usaha untuk melakukan kegiatan manajemen lahan masih mengalami keterbatasan.
Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota sebetulnya sudah optimal dalam menunjang pembangunan perkotaan seperti pembangunan jaringan jalan, pembuangan air limbah, drainase, persampahan dan prasarana kota lainnya, dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan di Kota Cimahi akan tetapi pada saatnya ingin memperluas hubungan keterkaitan antar kawasan, antar kota, dalam mewujudkan pola sistem kota-kota untuk Cimahi mengalami kendala.
Tuntutan pembangunan perkotaan dengan jumlah penduduk yang sangat tinggi 541.134 jiwa (2010), dengan areal yang relatif terbatas yaitu sekitar 4.025 ha dengan perincian sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Cimahi yaitu :
- BWK Pusat Kota + 100 ha.
- BWK A Utara 1 + 955 ha.
- BWK B Utara 2 + 451 ha.
- BWK C + 831 ha.
- BWK Selatan 1 + 985 ha.
- BWK Selatan 2 + 703ha.
Maka pembangunan wilayah kota dan infrastruktur menghadapi permasalahan besar, ditambah kualitas daya dukung kawasan yang menurun seperti ketersediaan air bersih, tempat pembuangan sampah dll.
Cimahi menuju kota bisnis dimasa yang akan datang jelas harus mampu mengatasi rnasalah - masalah tersebut diatas, sebagai solusi bisa dipertimbangkan landasan berpikir sebagai berikut :
Ada keberanian untuk menyelesaikan peremajaan Kota yaitu penataan kembali beberapa kawasan dengan maksud meningkatkan kemampuan lahan pada kawasan tersebut sesuai potensi nilai ekonomi yang dimiliki lahan pada kawasan tersebut, sehingga bisa diperoleh :
Secara teknis peremajaan kota diperlukan langkah-langkah terobosan melalui :
Land consolidation (konsolidasi lahan) dalam artian penggabungan kegiatan komersil melalui pola pengembangan bangunan keatas/ bertingkat/ rumah susun (apartemen), upaya untuk meningkatkan daya tampung lahan di kota Cimahi yang padat dengan gagasan pengembangan pola Blok di tepi-tepi jalan umum yang strategis.
Pola pembangunan blok ini diarahkan pada pusat - pusat pelayanan Bagian Wilayah Kota dan Sub - Sub Bagian Wilayah Kota hal ini untuk mengantisipasi pembangunan yang selama ini terkonsentrasi pada kegiatan-kegiatan komersial di tepi jalan – jalan umum dengan pergerakan orang sangat tinggi ditambah kemacetan lalu - lintas, sarana parkir terbatas yang ada hanya di badan jalan, dilain pihak dibelakang terkesan kumuh seakan tanpa akses.
Konsep Blok dalam hal ini bangunan masuk kedalam dengan seluruh bangunan pada blok relatif mempunyai aksesibilitas yang sama , tersedia tempat parkir yang tidak mengganggu lalu lintas, Iahan terbuka hijau yang memadai dengan keuntungan - keuntungan yang akan diperoleh :
Hal ini diperlukan investasi yang tidak kecil, maka kehadiran investor sangatlah menentukan. Dengan konsep yang jelas dan berkelanjutan Investor akan datang sendirinya, maka Cimahi menuju Kota Bisnis bisa terwujud.
Oleh : Drs.H.Achmad Sondjaja,BE