Gorontalo, Program kerja revitalisasi danau limboto sudah action, berbagai element masyarakat ikut...
Dirilis oleh admin pada Selasa, 15 Nov 2011
Telah dibaca 604 kali

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI dalam rangka menyelenggarakan Kemilau Nusantara di Cibinong, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung Ke-8 kalinya digelar, pada tanggal 23 Oktober 2011 lalu, di Kompleks Pemda Cibinong, Kab.Bogor.
Tahun ini, Kemilau Nusantara difokuskan kepada helaran kesenian tradisional yang akan diikuti 26 kabupaten/kota seJawa Barat serta 33 provinsi se-Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Ir. H. Herdiwan MM didampingi Kepala Bidang Pemasaran Dra. Siti Tohariah dalam siaran pers mengatakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang sangat kaya dengan seni budaya baik berupa tari, musik, seni rupa hingga adat istiadatnya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Kekayaan tersebut merupakan cermin dari kebhinekaan yang dimiliki oleh Indonesia sebagai bangsa yang kreatif.
“Hal inilah yang menjadi latar belakang penyelenggaraan kegiatan Kemilau Nusantara yang telah digelar 7 kali, semenjak tahun 2004”.
Kemilau Nusantara merupakan kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kemilau Nusantara tahun ini mengusung tema “Semarak Budaya”.
Tema ini disesuaikan dengan Program Pemerintah Kabupaten Bogor, yaitu Visit Bogor 2011 yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota dan Kabupaten Bogor khususnya dan Jawa Barat pada umumnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Ir.H. Herdiwan Iing Suranta, MM.
Tema ini disesuaikan dengan Program Pemerintah Kabupaten Bogor, yaitu Visit Bogor 2011 yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota dan Kabupaten Bogor khususnya dan Jawa Barat pada umumnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Ir.H. Herdiwan Iing Suranta, MM.
Herdiwan menjelaskan, Semarak
Budaya mengandung pengertian betapa beranekaragamnya seni budaya Nusantara yang
dapat menyatu antara satu sama lain sehingga mampu menghadirkan keindahan dan
kesemarakan yang bernilai luhur.
“Tahun 2011 ini menjadi penyelenggara yang ke-8 bagi Kemilau Nusantara.
Sedikit berbeda dengan Kemilau Nusantara tahun-tahun sebelumnya yang pelaksanaannya mengambil tempat di kota Bandung, pada tahun 2011 ini, Kemilau Nusantara digelar di Cibinong Kabupaten Bogor.
Sesuai dengan program Pemerintah Kabupaten Bogor yaitu “Visit Bogor 2011” diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bogor khususnya dan Jawa Barat pada umumnya.
Di dalam kegiatan ini, setiap kontingen bebas menampilkan garapan arak-arakan yang merefleksikan tema pawai yang disajikan melalui gabungan gerak tari, musik, teater serta pakaian khas daerah masing-masing.
Herdiwan mengatakan, Disparbud Jabar pun memiliki kegiatan promosi pariwisata yang rutin diselenggarakan setiap tahun.
Salah satunya, acara Kemilau Nusantara yang tahun ini digelar untuk yang kedelapan kalinya.
‘’Kami berharap, dengan menggelar Kemilau Nusantara di Bogor bisa meningkatkan kunjungan wisata ke daerah itu,’’ papar Herdiwan.
Kemilau Nusantara digelar setiap tahun sejak 2004. Keberhasilan Kegiatan ini bisa terlihat dari tingkat kunjungan wisatawan dari tahun ke tahunnya.
Sebelum 2010, kunjungan wisatawan asing ke Jabar hanya 700 ribu per tahun. Sejak 2010, tidak kurang dari 1,3 juta wisatawan asing per tahunnya datang ke Jabar.
Kemilau Nusantara terselenggara atas kerja sama Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ajang ini lebih memfokuskan pada Gelaran Kesenian Tradisional yang berasal dari 33 Provinsi se-Indonesia. Khusus penampilan kesenian dari Jabar, didukung oleh 26 kabupaten/Kota yang ada di Jabar.
Pagelaran Kemilau Nusantara adalah suatu arak-arakan massal (karnaval) yang dirancang untuk dipertontonkan kepada publik.
Selain menjadi tontonan yang menarik, arak-arakan yang menampilkan kekayaan seni dan budaya seluruh Indonesia ini, juga dapat menjadi ajang penyebarluasan kekayaan seni budaya yang dimiliki Indonesia, khususnya Jabar.
Ribuan Orang Tonton Gelaran Kemilau
Nusantara
Pergelaran Kemilau Nusantara ke-8 yang digelar di Komplek Pemda Kabupaten Bogor, mampu menarik ribuan warganya untuk menyaksikan beragam gelaran seni budaya, Minggu (23/10) lalu.
Keragaman seni budaya yang menampilkan dari kabupaten dan kota se-Jabar juga hadir seni budaya dari beberapa provinsi itu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang setiap Minggu pagi selalu ramai untuk berolahraga.
Kepala Disparbud Jabar, Herdiwan dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 14 provinsi, dan 26 kabupaten/kota se-Jabar.
Sehingga iring-iringan tim seni budaya dari berbagai daerah itu kata Herdiwan bila dibariskan akan memanjang sepanjang 4 kilometer.
Namun pergelaran helaran itu hanya dilaksanakan dengan cara mengelilingi Komplek Pemda Kabupaten Bogor.
"Ternyata pergelaran Kemilau Nusantara ke-8 yang pertama kali digelar di luar Kota Bandung itu membuat kami 'reueus'. Karena acara belum dimulai pun warga sudah banyak berkumpul," katanya saat memberi sambutan.
Pemukulan Jimbe Tandai Dibukanya Kemilau Nusantara
Pergelaran Kemilau Nusantara ke-8 yang digelar di Kabupaten Bogor, dibuka dengan pemukulan jimbe. Pemukulan jimbe pada even nasional yang digelar Pemprov Jabar itu dilakukan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Kompleks Pemda Kabupaten Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada hari Minggu (23/10) lalu.
Sebelumnya Heryawan dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan kehormatan dari pemerintah pusat kepada Jawa Barat. Karena kegiatan ini merupakan kegiatan pusat yang dilaksanakan provinsi. "Pada kegiatan sekarang ini seganja dilaksanakan diluar Bandung, agar orang yang mengenal Jawa Barat tidak hanya dengan Kota Bandung saja.
Kalau di Bandung terus, khawatir muncul penilaian Jawa Barat itu hanya Bandung, padahal Jawa Barat itu sangat luas dan kaya seni budayanya," kata Heryawan. Selain itu Heryawan juga mengusulkan kepada pemerintah pusat agar pengembangan sektor kepariwisataan dan seni budaya untuk tidak dipisahkan dengan program pembangunan fisik lainnya.
"Karena dalam pembangunan itu selain pembangunan fisik, ibarat badan manusia, rohani atau kejiwaan pun perlu mendapat porsi yang sama dalam pengembangannya.
Karena pengembangan kepariwisataan, seni dan budaya itu mampu memberi ketenangan jiwa bagi manusianya. Juga sekaligus melestarikan seni budaya serta bisa berimbas pada kemajuan sektor lain," katanya.
Tema yang diusung sesuai dengan program Pemerintah Kabupaten Bogor yaitu "Visit Bogor 2011" yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota dan Kabupaten Bogor khususnya dan Jawa Barat pada umumnya.
"Kemilau Nusantara tahun ini
akan mengusung tema “Semarak Budaya”. Semarak Budaya mengandung pengertian betapa
beranekaragamnya seni budaya Nusantara yang dapat menyatu antara satu sama lain
sehingga mampu menghadirkan keindahan dan kesemarakan yang bernilai luhur.
Di dalam kegiatan ini, setiap kontingen bebas menampilkan garapan arak-arakan yang merefleksikan tema pawai yang disajikan melalui gabungan gerak tari, musik, teater serta pakaian khas daerah masing-masing," kata Herdiwan.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat bekerjasama dengan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI, kembali menggelar Kemilau Nusantara Ke-8 pada 23 Oktober 2011, di Kompleks Pemda Cibinong, Kabupaten Bogor.
Pergelaran Kemilau Nusantara tahun ini merupakan yang pertama kali digelar di luar Kota Bandung sebagai Ibu Kota Provinsi agar lebih mengenalkan keragaman budaya Jawa Barat bagi masyarakatnya dan masyarakat luar Jawa Barat serta manca negara.
Selain Kemilau Nusantara, kata Herdiawan, banyak event lainnya yang di gagas oleh Disparbud Jabar. Diantaranya, Kite Festival, Kongres Sunda Internasional, Surfing Internasional Cimaja, dan Alim paido kaulinan Jabar./
Rudy Sanjaya