Bandung 3 Februari 2012 pukul 10.00 WIB, Menurut penuturan Dr.Ir.Prima Mayaningtyas ,M.Si melalui...
Dirilis oleh kusnadi pada Senin, 02 Jan 2012
Telah dibaca 237 kali

Sebagai bagian dari program One Billion Threes (OBIT), belum lama ini pemerintah Kota Cimahi melalui Kantor Lingkungan Hidup kembali melakukan gerakan penanaman 40.000 pohon yang mengambil lokasi di kampung Lebak Saat Cipageuran Cimahi Utara, dan sebagian rencananya akan dilakukan juga diwilayah Leuwigajah Cimahi Selatan.
Menurut Kepala Seksi Amdal dan Pembinaan Lingkungan pada Kantor Lingkungan Hidup Kota Cimahi,M Sutarno pada tahun 2012 mendatang dikedua wilayah yang memiliki luas sekitar 5 ha tersebut rencananya akan dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), sebagai salah satu upaya pemenuhan proporsi RTH pada wilayah perkotaan yaitu minimal 30%.
Ia mengatakan bahwa dari 40.000 pohon yang akan ditanam, 15.000 pohon diantaranya akan diarahkan ke sekolah-sekolah yang memiliki lahan yang cukup luas serta mempunyai kesiapan dalam melaksanakan penanaman pohon baik didalam lingkungan sekolahnya sendiri maupun lahan disekitar sekolah yang dapat dimanfaatkan sebagailokasi penanaman.
Masing-masing sekolah (15 sekolah SMP/SMU) rencananya akan mendapatkan sebanyak 1000 pohon dan pendistribusiannya akan dilaksanakan secara bertahap,”ujarnya”. Sebagai lokasi sosialisasi green school, sekaligus pencanangan green school tersebut, KLH Kota Cimahi menunjuk SMK Negeri 2 sebagai tempat pelaksanaannya yang kemudian diikuti oleh 14 sekolah lainnya.
Menurut Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kota Cimahi,Drs H Uus Sutisna MM bahwa penanaman pohon ini telah dilaksanakan sebelum ada program dari provinsi mengenai green school, karena wilayah SMKN 2 masih cukup luas maka program ini akan terlaksana. Sedangkan menurut Bp Engkus sebagai ketua lingkungan hidup di SMKN 2 mengatakan bahwa penanaman seribu pohon ini tidak ditanam di sekitar sekolah tapi ada yang ditanam diluar sekolah, dibagikan ke guru dan orang tua murid sesuai anjuran Kantor Lingkungan Hidup Kota Cimahi.
Lebih jauh diungkapkannya, saat ini aktivitas manusia tidak terkendali dan menyumbang emisi gas rumah kaca (green house gases) di atmosfer sehingga menyebabkan suhu bumi meningkat. Dampak pemanasan global pun telah dirasakan bersama, yang ditandai perubahan cuaca ekstrem, tidak menentunya frekuensi dan intensitas curah hujan, serta musnahnya beberapa keanekaragaman hayati dan polusi udara yang dapat membahayakan tatanan ekologi,ujar engkus.
Dan menurut kepala sekolah SMUN 4 Kota Cimahi, Dra Mimin Hermiati MM, bahwa penanaman ini tidak mungkin ditanam disekitar wilayah sekolah karena mau dimana ditanamnya lingkungan sekolah SMUN 4 sudah sempit dan tidak ada lahan lagi, menurut ketua lingkungan hidup SMUN 4 Lilis Endang Sunarsih menyatakan bahwa penanaman pohon ini sebagian dibagikan ke warga dan ke orang tua murid serta guru bahkan ada yang pesen dari daerah Cililin,ujarnya.
Salah satu intitusi yang diyakini mampu menjadi penggerak terhadap upaya pelestarian lingkungan adalah sekolah, peserta didik atau siswa dari mulai SD, SMP, maupun SMU memiliki potensi dan peranan strategis dalam upaya pelestarian lingkungan dimana mereka sebagai generasi penerus. Diharapkan mampu memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungannya, karena pengenalan dan pembelajaran mengenai lingkungan mestinya dapat dilakukan mulai dari usia dini..
Pengadaan ratusan ribu bahkan jutaaan pohon dalam rangka green school dan green province tersebut tentunya telah menelan anggaraan yang relatif besar, terlebih ditambah dengan biaya penanamannya pastinya akan berlipat, namun apakah itu semua akan benar-benar terlaksana sesuai dengan semangat pencanangan One Billion Trees atau hanya sekedar simbolik belaka lalu kemudian setelah itu hilang, lenyap bersama dengan datangnya bencana banjir, longsor atau bahkan kekeringan.
Menurut Kepala kantor
lingkungan hidup, Maria Fitriana bahwa penanaman seribu pohon ini tidak ditanam disekolah saja tetapi dibagikan ke orang tua murid. Kalau ditinjau dilapangan sesuai komentar dari pihak sekolah yang telah kami survei apakah akan ada nilai positif buat kota cimahi jika pohon-pohon ini dibagikan ke orangtua murid yang tempat tinggalnya di luar kota cimahi
HERRS