Full Post » Lingkungan

Pelayanan Sanitasi Cimahi Rendah

Dirilis oleh admin pada Sabtu, 29 Oct 2011
Telah dibaca 1000 kali

Berdasarkan data cakupan sanitasi kota cimahi tahun 2010 yang diperoleh Media Kajian Tata Ruang Indonesia dari bidang air bersih dan air limbah domestik pada dinas kebersihan dan pemakaman (DKP) Kota Cimahi, disebutkan bahwa jumlah penduduk kota cimahi tercatat sebanyak 607.514 jiwa dengan jumlah rumah /KK sebanyak 169.584 yang terbagi ke dalam 3 kecamatan diantaranya kecamatan Cimahi Selatan sebanyak 267.759 jiwa dan 74.236 rumah / KK Kecamatan Cimahi Tengah sebanyak 182.188 jiwa  dan 57.638 rumah / KK dan Kecamatan Cimahi Utara sebanyak 157.567 jiwa dan 42.710 rumah / KK.

Sementara layanan sanitasi yang berupa septi tank hanya terdapat sebanyak 67.109 unit, diantaranya di wilayah Kecamatan Cimahi Selatan sebanyak 21.777, Kecamatan Cimahi Tengah sebanyak 19.002 dan di wilayah Kecamatan Cimahi Utara sebanyak 26.330 dengan dengan prosentase (%)  terhadap rumah /KK masing-masing sebesar 12.93 %, 11.75 % dan 15.74 % atau total keseluruhan antara jumlah penduduk dan jumlah rumah / KK di Kota Cimahi terhadap layanan sanitasi septic tank hanya sebesar 40,42 %.

Menurut buku putih sanitasi Kota Cimahi, area dengan resiko sanitasi sangat tinggi adalah kelurahan Melong, Utama, Cibeureum, Setiamanah ,Cimahi dan Kelurahan Citeureup dengan permasalahan utama pada area tersebut adalah persampahan, air limbah domestik, drainase dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Seperti yang telah dicanangkan pemerintah pusat melalui program percepatan pembangunan sanitasi permukiman (PPSP) bahwa sektor sanitasi merupakan salah satu prioritas utama pembangunan di daerah, Pemkot Cimahi saat ini terus berupaya membangun keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sanitasi akan memicu kesadaran bahwa sektor sanitasi merupakan urusan dan kepentingan bersama serta harus ditangani secara bersama-sama pula.

Hal ini seiring dengan yang telah dicanangkan oleh Millennium Development Goals (MDGs 2009) yang mentargetkan bahwa tahun 2015 sebanyak 77.2 % penduduk Indonesia telah memiliki akses layanan air minum yang layak dan setidaknya 59,1 % penduduk baik di perkotaan sudah memperoleh layanan sanitasi yang memadai.

Herry