Berita Lainnya

  • Terbaru

  • Terfavorit

  • Headline

Full Post » Jembatan

Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Jabar Selatan Kian Mantap

Dirilis oleh Mulyadi Abdul Manan pada Selasa, 22 May 2012
Telah dibaca 1439 kali

Keseriusan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat  di bawah kepemimpinan H.M. Guntoro yang baru menjabat dua tahun tepatnya tanggal,  29  januari 2010 dilantik sebagai kepala dinas, dalam membangun infrastruktur Jalan dan jembatan khususnya di kawasan pesisir selatan Jawa Barat kian menunjukkan perkembangan yang patut dibanggakan ruas ini membentang dari Pangandaran hingga Pelabuhanratu sepanjang 415,23 km dan juga tidak mengabaikan pembangunan infrastruktur jalan  di wilayah lain Jawa Barat.

Kebijakan

Sebagaimana tertuang dalam Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2008-2013, Visi yaitu Tercapainya Masyarakat Jawa Barat yang Mandiri, Dinamis dan Sejahtera ( MDS ). Dan salah satu dari 5 (lima) Misi nya adalah Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Regional berbasis potensi lokal dan Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastrukur wilayah.

Pengembangan Jawa Barat Selatan (Pansela) selain berfungsi dalam pengembangan wilayah lokal juga merupakan bagian dari sistem jaringan jalan wilayah/regional. Disamping itu juga merupakan bagian dari Lintas Selatan Pulau Jawa.

Berdasarkan Perda RTRWP Jawa Barat, wilayah jabar selatan diarahkan dalam fungsi utamanya sebagai kawasan koservasi dan kegiatan yang disesuaikan dengan karakteristik fisik dasar, termasuk kendala dan hambatan kondisi alam.

Data Teknis Jembatan Cisadea

Pembangunan Infrastruktur Jalan

Jaringan jalan yang baik merupakan prasyarat dalam pengembangan pembangunan wilayah dan sekaligus merupakan faktor penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang memungkinkan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat bagian selatan Jawa Barat dan sebagai implementasi pemerataan hasil pembangunan, pembangunan dan penanganan jaringan jalan lintas selatan perlu dituntaskan.

Strateginya yaitu dengan menyelesaikan pembangunan/peningkatan jalan jalur horizontal Jawa Barat Selatan, mulai dari perbatasan Banten sampai dengan Jawa Tengah sepanjang 415,23 km, serta dengan meningkatkan kualitas dan pelebaran jalan pada jalur vertikal Utara Selatan Jawa Barat sepanjang 579,94 km sebanyak 7 (tujuh) ruas.

Sampai tahun 2011 telah tuntas dibangun jembatan sebanyak 159 buah dengan total panjang 4.310,9 m. Dan pada tanggal 5 Mei 2012 telah diresmikan pemakaiannya oleh Ahmad Heryawan, Lc. Gubernur Jawa Barat sebanyak 2 buah jembatan terakhir yaitu Jembatan Cisadea dan jembatan Ciselang, ( total anggaran untuk pembangunan kedua jembatan tersebut yaitu rp. 31,58 milyar) dalam suatu acara bertempat di Alun-alun Sindang Barang Kabupaten Cianjur.

Untuk jaringan jalan sampai saat ini sudah terhubungkan semuanya, namun masih terdapat yang kondisinya masih kurang baik.

Di tahun 2012 akan dilakukan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan yang bersumber dari APBD Provinsi. Sedangkan pelaksanaan fisiknya berupa pelebaran dan perbaikan kondisi akan dilakukan pada tahun 2013 dengan anggaran sebesar 400 milyar dengan sumber dana dari APBN.

Diharapkan pada akhir tahun 2013, lintas selatan Jawa Barat dapat dilalui oleh kendaraan dengan kondisi jalan mantap. Pemerintah Provinsi juga mendorong agar jalur horizontal jabar ini dapat berfungsi sebagai jalur lintas selatan Pulau Jawa sebagaimana jalur Pantura.

Jaringan jalan yang baik akan membangkitkan perekonomian di Jawa Barat Selatan. Dengan demikian masyarakat yang Dinamis dan Sejahtera sebagaimana yang dicita-citakan dapat terwujud. Untuk itu dukungan dan pengawasan dari seluruh masyarakat sangat diharapkan agar infrastruktur yang tersedia dapat sesuai dengan umur rencana/teknis.

Kondisi Umum Jawa Barat Selatan

Wilayah Jawa Barat Bagian Selatan (Pansela) merupakan suatu lajur yang membentang luas dari Cibareno Kabupaten Sukabumi hingga ke sekitar perbatasan Pantai Selatan Ciamis dengan Nusakambangan Timur. Jawa Barat Selatan ditetapkan sebagai daerah konservasi utama yang dicirkan dengan adanya kawasan lindung yang besar dan dilalui 18 Daerah Aliran Sungai (DAS).

Dibandingkan dengan Wilayah Jawa Barat Bagian Tengah merupakan topografi relative bergunung dan terletak pada dataran tinggi, serta memiliki karakter perkembangan yang pesat dibandingkan Jawa Barat Bagian Selatan. Sedangkan daerah Jawa Barat Bagian Utara memiliki karakteristik yang dinamis, agraris, dan berkembang karena industry dan mobiltas yang tinggi.

Salah satu permasalahan di Jawa Barat Selatan yaitu tingkat aksebilitas yang masih rendah. Kondisi ini menyebabkan potensi ekonomi yang ada tidak dapat berkembang secara maksimal. Beberapa potensi yang bisa dikembangkan yaitu kelautan, parawisata, peternakan, pekebunan, pertanian, pertambangan enegi dan lain-lain.

/Mulyadi