Berita Lainnya

  • Terbaru

  • Terfavorit

  • Headline

Full Post » Head Line

KALIMANTAN SELATAN

Dirilis oleh ALBOY HUTAPEA pada Kamis, 21 Mar 2013
Telah dibaca 448 kali

ANALISA PERSANDINGAN

PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

DALAM PETA RTRWP, PPWI 2020, PETA CITRA SATELIT 2003

 

Provinsi Kalimantan Selatan berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Tengah di bagian Barat dan Kalimantan Timur di bagian Timurnya, melalui jaringan jalan arteri kedua Ibukota Provinsi dapat di tempuh dari Kota Banjarmasin. Baiknya kondisi layanan prasarana wilayah ini menjadikan kota Banjarmasin di Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pusat pergerakan untuk menuju ke Ibukota Provinsi melalui jalan darat. Kondisi demikian mempercepat proses pembangunan wilayah yang di lakukan di Provinsi ini, disamping kelengkapan dukungan prasarana wilayah lainnya. Pengendalian pembangunan wilayah  telah diarahkan melalui Penataan Ruang dalam RTRW Provinsi, guna lebih mengoptimalkan dukungan dari prasarana wilayah maka akan dilakukan analisa persandingan yang dimaksudkan untuk mengetahui efektifitas dukungan prasarana terhadap RTRW  juga sebaliknya dan melihat realisasi dari penetapan penggunaan ruang dalam peta citra satelit.

Data-data yang dipergunakan dalam proses analisa persandingan ini berasal dari :

1.      Peta Rencana Tata Ruang Wilayah  ( RTRW ) Provinsi  Kalimantan Selatan Tahun 2001 - 2016

2.      Peta Prasarana Wilayah Indonesia ( PPWI )  2020 untuk Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2004.

3.      Peta Citra Satelit Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2003.

Berdasarkan Peta Rencana Tata Ruang Provinsi Kalimantan Selatan maka arahan pemanfaatan ruang dengan distribusi kawasannya sebagai berikut:

a.      Kawasan Lindung yang terdiri dari:

·   Lahan hutan terdapat di Kabupaten Kotabaru ke arah Selatan dan Utara serta di kawasan P. Laut.

·   Hutan rawa dan rawa, hutan rawa terdapat di Kabupaten Barito

·   Kawasan lindung setempat (sempadan Sungai, Pantai dan danau)

b.      Kawasan Budidaya yang terdiri dari:

·   Tambak terdapat di  Perkebunan terdapat diseluruh Kabupaten di Provinsi

·   Pertanian lahan kering dan tegalan terdapat di beberapa kawasan tersebar secara sporadis dengan luasan yang relatif besar

 

 

·   Savana dan hutan produksi terdapat di bagian Selatan di sekitar kawasan pantai Provinsi kalimantan Selatan

·   Persawahan .

·   Sepanjang pantai yang luasnya relatif kecil.

Pusat pelayangan Primer dalam Peta Rencana Tata Ruang  terletak di Kota Banjarmasin yang juga Ibukota Provinsi, kemudian Pusat Pelayanan Wilayahnya adalah Ibukota Kabupaten dalam wilayah Provinsi ini.Struktur pelayanan prasarana wilayah antar pusat pelayanan tersebut telah mencerminkan sesuai dengan arahan struktur kota yang ditetapkan dalam peta Rencana tata ruang wilayah Provinsi seperti halnya dari Kota Banjarmasin ke Ibukota Provinsi Kalteng dan Kaltim dihubungkan dengan jalan Arteri,  jaringan penghubung dari Kota Banjarmasin ke kota pusat pelayanan wilayah di hubungkan dengan jaringan jalan arteri dan kolektor. Prasarana wilayah lainnya seperti terminal, telepon, listrik , pos  dll dibangun sesuai dengan struktur  pelayanan perkotaan dalam rencana tata ruang. Kebijakan pembangunan di Provinsi Kalimantan Selatan diarahkan untuk mengembangankan sektor unggulan dan potensial berupa pertanian, dan perkebunan dengan dukungan berbagai prasarana wilayah. Dalam merealisasikan kebijakan ini maka di beberapa kawasan dalam rencana tata ruang Provinsi diarahkan pada kegiatan pertanian dalam arti luas dan Perkebunan yang berprospek Eksport. Kawasan-kawasan ini didorong pengembangannya melalui pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan jalan, pelabuhan, jaringan listrik yang cukup, pembangunan kawasan transmigrasi untuk mensuplai tenaga kerja yang dibutuhkan serta berbagai dukungan prasarana lainnya. Kondisi ini dapat diidentifikasi melalui peta citra satelit. Daerah-daerah pertanian dan perkebunan yang ditetapkan dalam RTRW dapat diprediksi dengan penampilan gradasi warna yang teratur serta sedikit terbuka di areal/kawasan yang ditetapkan dan diarahakan untuk kegiatan pertanian sebagaimana di kawasan selatan Kota Rantau dan sekitar Kota Martapura.

Beberapa kawasan perkembangannya didorong untuk lebih cepat dengan memberi dukungan melalui pembangun berbagai prasarana wilayah yang dibutuhkan, tetapi ada kawasan-kawasan tertentu yang dibatasi dan dipertahankan sebagai kawasan lindung, hutan rawa, sempadan pantai, sungai dan sebagainya, tetapi untuk kawasan hutan di bagian tengah wilayah Provinsi kondisi lindung tersebut telah sedikit terbuka. Kondisi demikian hasil intepretasi dari penampilan gradasi warna pada peta citra satelit pada wilayah-wilayah yang diarahakan menjadi kawasan lindung seperti di kawasan hutan lindung bagian Utara Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Dengan penetapan dan arahan ruang kawasan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan yang begitu besar ditambah dengan  posisi sebagai pusat pergerakan barang dan jasa untuk Provinsi Kalimantan Tengah dan Timur maka perlu peningkatan dukungan prasrana wilayah untuk menjamin terselenggaranya pergerakan barang dan jasa keluar masuk  ke Provinsi ini. Salah satu yang perlu ditingkatkan dukungan pelayanannya adalah pelabuhan yang selama ini digunakan untuk mengalirkan barang produksi ke luar Provinsi, beserta peningkatan jaringan pergerakan antar kawasan ke luar dan dalam ProvinsiPrasarana pengarian sebagian besar terdapat di Kabupaten Barito yang mengairi sebagaian besar persawahan lahan basah pada kawasan ini. Guna mendukung terciptanya kawasan pertanian yang memproduksi kebutuhan pokok, juga dibangunan kawasan pemukiman transmigrasi ke arah kawasan. Peningkatan prasarana wilayah berkaitan dengan wilayah ini adalah perbaikan jaringan jalan dimana pada peta citra garis-garis merah mengindikasikan bahwa jaringan jalan ke arah pemukiman tersebut sebagian besar permukaannya berupa tanah yang tidak terjamin pada kondisi basah, sehingga untuk pergerakan dari dan ke kawasan ini  masing sering digunakan jalur transportasi air.

Dalam Peta Rencana Tata Ruang Provinsi juga belum ditemukan adanya kawasan industri yang dapat mengolah sumberdaya alam yang dihasilkan oleh kawasan sekitarnya untuk itu maka dengan dukungan prasarana wilayah yang handal perlu dipikirkan keberadaan kawasan ini.