
Di Indonesia terdapat kurang lebih danau kategori besar > 50 ha sebanyak 500 buah. Danau...
Dirilis oleh admin pada Rabu, 28 Dec 2011
Telah dibaca 248 kali

NTB memiliki keragaman iklim yang menguntungkan bagi pengembangan berbagai komoditas pertanian, baik tanaman pangan maupun hortikultura. Posisi NTB berada pada jalur mata rantai pemasaran yang strategis, yaitu dekat dengan sentra Industri Bali dan Jawa, dan dekat dengan NTT sebagai peluang pengembangan pasar beras NTB.
Dengan posisi geografisnya yang strategis dan keragaman modal sosial yang dimilikinya, NTB berpeluang besar menjadi daerah maju yang berdaya saing. Hanya saja untuk mencapai itu, percepatan pembangunan melalui optimalisasi potensi sumberdaya lokal dan mendorong masuknya investasi menjadi kebutuhan mutlak.
Percepatan pembangunan membutuhkan tata kelola pemerintahan yang baik, dimana pelayanan prima menjadi salah satu ukuran utamanya. Tata kelola pemerintahan yang baik mensyaratkan adanya aparat pemerintah yang mampu memposisikan dirinya sebagai pelayan rakyat. Selain itu diperlukan pula aparat yang cakap mendorong sinergitas antara birokrasi, dunia usaha dan masyarakat khususnya di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura.
Belum optimalnya kinerja pelayanan birokrasi pertanian selama ini, menjadi masalah mendasar birokrasi NTB selama ini. Dampak langsungnya terasa kepada kurangnya kualitas pelayanan dasar masyarakat. Terutama di bidang yang begitu vital yaitu ekonomi (khususnya di sub sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura).
Percepatan pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultira bisa terealisasi jika adanya dukungan infrastruktur wilayah yang memadai. Kondisi infrastruktur strategis NTB masih belum optimal mendukung pembangunan sector perekonomian daerah khususnya pertanian yang ditunjukkan dengan masih terbatasnya infrastruktur antar wilayah dan antar sektor. Hal tersebut sering menjadi kendala masuknya investasi dibidang pertanian
Percepatan pembangunan harus selalu berbasis pada konsepsi pembangunan berkelanjutan. NTB yang merupakan provinsi kepulauan sepatutnya memprioritaskan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang mengedepankan aspek keberlanjutan dan pelestarian lingkungan hidup dengan orientasi pada keberpihakan pada rakyat miskin.
Beberapa masalah pokok dibidang pertanian yang dihadapi daerah NTB saat ini, adalah :
Berdasarkan permasalahan pokok di atas, dapat dirumuskan Isu-Isu Strategis yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura di NTB kurun waktu lima tahun kedepan, antara lain sebagai berikut :
Pengawasan Pasal 33 UU RI No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dilaksanakan dengan Perencanaan Rancangan Peraturan Daerah (PERDA) tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan Pengendalian Alih fungsi Lahan yang rencananya akan disusun pada tahun 2012.
Luas sawah/lahan pertanian Provinsi NTB sampai dengan tahun 2011 terdiri atas :
Sedangkan kondisi petani yang memiliki sawah dimaksud, akan diatur dalam rancangan PERDA pada kajian dan Identifikasi melalui deliniasi/pemetaan terhadap batas kepemilikan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Demikian, informasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir.H. Abdul Ma’ad, MM (Pembina Tk.I / IV b) kepada Media Kajian dan Tata Ruang Indonesia.
Mulyadi/Com/Tim Redaksi

