
MKTRI Sulut : Rencana Pemerintah pusat dalam menaikkan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi jelang...
Dirilis oleh admin pada Sabtu, 10 Dec 2011
Telah dibaca 341 kali

Jumlah rakyat miskin di Indonesia masih berkisar pada 13 persen. Ini menunjukkanbahwa target penurunan kemiskinan menjadi 8‐10 persen belum tercapai.
Padahal imbas krisis global masih mungkin terjadi di Indonesia. Untuk mengatasi hal‐hal tersebut, diperlukan percepatan penanggulangan kemiskinan melalui pelaksanaan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan penajaman Rencana Aksi Nasional Program Penanggulangan Kemiskinan (RAN‐PPK) karenapenanggulangan kemiskinan melalui bussines as usual sudah tak bisa diharapkan lagi.
Demikian disampaikan Direktur Pemberdayaan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kementerian PPN/ Bappenas, Drs. Adhi Putra Alfian, M.Si saat memimpin rapat “Finalisasi Penyusunan Rencana Aksi Nasional Program Penanggulangan Kemiskinan" (RAN‐PPK) Tahun 2012‐2014” di Ruang SS Gedung Bappenas, Jumat (2/12).
“Dengan MP3EI, diharapkan penciptaan lapangan kerja dan perluasan kesempatan kerjasehingga dapat mempercepat penurunan tingkat kemiskinan nasional dapat terfasilitasi,” ucap Adhi.
Selain itu, kata Pak Adhi, Matriks RAN‐PPK yang awalnya terdiriatas 14 poin kini ditata ulang menjadi lima klasterisasi agar seluruh kegiatannya menjadilebih tajam dan spesifik.
Untuk 2013, berbagai sasaran utama yang akan ditingkatkan adalah praktik kewirausahaanoleh Usaha Mikro dan Kecil (UMK), akses UMK ke permodalan, serta kualitasproduksi UMK.
Untuk itu, perlu dilakukan pembentukan wirausaha baru, peningkatandaya saing sumber daya manusia (SDM), dan berbagai program perangsang lainnyayang dapat mengatasi masalah kemiskinan dan lapangan kerja.
Sumber : www.bappenas.go.id