
Kawasan karst Citatah termasuk warisan tertua di Pulau Jawa. Terbentang sepanjang enam kilometer...
Dirilis oleh admin pada Jumat, 30 Dec 2011
Telah dibaca 941 kali
Mengacu pada peraturan Gubernur Provinsi Jawa Barat No 48/2006 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Provinsi Jawa Barat 2005-2013 bahwa Kota Cimahi termasuk ke dalam kawasan wisata pendidikan dan belanja. Walikota Cimahi Ir HM Itoc Tochija MM berencana membangunan dan menjadikan kampong cireundeu sebagai salah satu Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) di Kota Cimahi.
Disamping itu sesuai dengan rencana strategis (Renstra) Kota Cimahi tahun 2007-2012 mengenai pengembangan potensi pariwisata menjadi industri kepariwisataanyang berbasis ekonomi. Sebagai salah satu strategis pembangunan masyarakat kota berkelanjutan dan percepatan peningkatan ekonomi kota cimahi serta berdasarkan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota ciamhi tahun 2010-2030 mengenai kriteria kawasan strategis wisata alam dan wisata buatan, serta surat keputusan Walikota Cimahi No 501/kep 208/BPMPPKB/2010 tentang Desa Mandiri Pangan.
Kampung Cireundeu yang merupakan salah satu wilayah
pedesaan di kota cimahi memiliki potensi wisata yang perlu dikaji dan digali
sebagi daerah tujuan wisata ketahanan pangan di kota cimahi. Meski dalam
peraturan gubernur provinsi jawa barat no 48/2006 kegiatan wisata pedesaan
belum disebutkan secara eksplisit, namun desa wisata yang berbasis budaya dan
agro wisata dapat menjadi daya tarikbaru tersendiri yang perlu digali dan
diangkat seperti halnya kampong cireundeu.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pertanian Kota Cimahi, Dra.Hj Nurul Sri Handayani M.Si kepada Media Kajian Tata Ruang Indonesia diruang kerjanya, hal tersebut dikatakannya berkaitan dengan hasil kajian pengembangan daerah tujuan wisata kampung Cireundeu sebagai salah satu aset daerah potensial, selain cagar budaya/heritage yang berupa bangunan-bangunan kuno peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun yang banyak terdapat di Kota Cimahi.
Kampung Cireundeu yang berada
dikelurahan Leuwigajah kecamatan Cimahi Selatan memiliki lahan seluas 168 ha
yang meliputi lahan pertanian seluas 30 ha, perumahan penduduk seluas 8 ha (1.022
jiwa) dan yang masih menjadi lahan kosong/terbuka seluas 130 ha. Secara
topografi kampung cireundeu merupakan perbukitan dengan tingkat kemiringan
cukup curam, sedangkan jenis tanah didominasi oleh latosol dan podsolik merah
kuning. Sementara penggunaan/pemanfaatan lahan cenderung pada pertanian berupa
singkong, ubi jalar, jagung dan kacang tanah, bahkan hingga kini makanan pokok
penduduk setempat masih singkong atau lebih dikenal dengan beras singkong
(ragi).
Selain sumber pangan alternatif (singkong, ubi, jagung) sebagai pengganti beras yang cukup berlimpah, penduduk setempat juga masih kuat memegang teguh kepercayaan dan tradisi leluhur atau karuhunnya dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
HERRS