Mengacu pada peraturan Gubernur Provinsi Jawa Barat No 48/2006 tentang Rencana Induk Pengembangan...
Dirilis oleh Akom Kusdinar pada Senin, 17 Oct 2011
Telah dibaca 849 kali

Kawasan karst Citatah termasuk warisan tertua di Pulau Jawa. Terbentang sepanjang enam kilometer dari Tagog Apu hingga selatan Rajamandala, jajaran gunung batu ini terbentuk pada zaman Miosen, 20-30 juta tahun silam (KRCB, 2006).
Kawasan Karst Citatah ini meliputi : Goa Pawon, Pasir Pawon, Pasir Masigit, Pasir bancana, Karangpanganten, Gunung Manik, Pasir Pabeasan dan Gunung Hawu. Kondisi perbukitan ini sedang berada dalam ancaman kehancuran karena adanya penambangan batu gamping. Yang kini masih utuh adalah Pasir Pawon dan Pasir Pabeasan, yang digunakan sebagai tempat latihan panjat tebing 125. Sedangkan Gunung Manik merupakan tempat latihan Koppasus.
1. Adanya temuan situs purbakala berupa alat-alat batu, gerabah, bongkah andesit sebagai alat tumbuk dan tulang-tulang binatang (gigi, kuku, rahang) di lingkungan Gua Pawon merupakan temuan arkeologi spektakular di Jawa Barat. Benda temuannya sangat berlimpah (serpihan dan peralatan batu jenis jaspis merah, jaspis hijau, kalsedon tembus pandang dan gelas gunung) yang menunjukkan betapa intensifnya Gua Pawon dipakai manusia prasejarah sebagai hunian (KRCB,2006).
2. Nilai ilmiah berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama yang berhubungan dengan geologi, hidrologi, biologi, ekologi, arkeologi, kehutanan, dan sosio budaya.
3. Nilai ekonomi berhubungan dengan keberadaannya sebagai sumber daya alam hayati dan nirhayati, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Penambangan batu gamping, fosfat guano, pengelolaan air, kehutanan, pertanian, perikanan, pariwisata dan bioekonomi (walet), semuanya memberi nilai ekonomi yang tidak sedikit.
4. Nilai kemanusiaan, yang berhubungan dengan tatanan sosio budaya masyarakat setempat yang khas. Tercakup di dalamnya a.l kependudukan, pendidikan, estetika, adat istiadat, agama, kepercayaan, spiritual, dan pertahanan.
5. Kawasan Karst mempunyai fungsi sebagai :
a.Habitat aneka spesies flora dan fauna yang mungkin memiliki nilai endemi tinggi sehingga memperkaya khasanah keanekaragaman hayati;
b.Warisan keanekaragaman bumi terhadap anak cucu generasi mendatang, dimana kawasan karst terbukti memiliki bangun bentang alam yang khas, unik dan langka;
c.Lingkungan biotik dan abiotik kawasan karst merupakan situs penting bagi pengembangan pengetahuan, baik yang berbasis pada ilmu kebumian (geologi, geomorfologi, paleontologi), ekologi, biologi, kehutanan, pertanian, peternakan, maupun sosial dan budaya;
Di salah satu segmen kawasan karst (Gua Pawon) terbukti memiliki situs arkeologi dan paleontologi yang berkaitan dengan budaya, keberadaan dan perkembangan manusia pra sejarah./Iwan Moch. Achyar