Berkaitan dengan peringatan hari Bahasa Ibu Internasional, Ketua Cabang Paguyuban Pasundan Kota...
Dirilis oleh admin pada Rabu, 16 Nov 2011
Telah dibaca 262 kali

Siapa tak kenal Candi Borobudur ? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.
Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membantah Candi Borobudur
dicoret dari pengakuan badan PBB, UNESCO, sebagai warisan dunia kriteria
budaya.
"Tidak ada
pernyataan seperti itu (pencoretan).Tidak ada juga ancaman mereka untuk
mencoret Candi Borobudur dari list warisan budaya mereka," kata I Gde
Pitana yang menjabat sebagai Plt. Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala
Kemenparekraf
Ia mengatakan,
pihaknya justru menerima surat resmi dari UNESCO tentang apresiasi badan PBB
tersebut terhadap pemerintah dan rakyat Indonesia.
"Mereka
menilai, kita responsif dan cepat tanggap dalam membersihkan abu vulkanik sisa
letusan Gunung Merapi beberapa waktu lalu," katanya di Jakarta beberapa
waktu lalu.
Sebelumnya, diberitakan Candi Budha terbesar itu terancam akan dicoret dari daftar warisan budaya dunia oleh UNESCO karena masyarakat dan pemerintah Indonesia yang dinilai tidak merawat candi peninggalan Wangsa Syailendra itu dengan baik.
Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.
Ant/OL-11/Com