Pemerintah Jawa Barat meminta pemerintah pusat ikut membiayai pembangunan Bandara Kertajati...
Dirilis oleh admin pada Senin, 13 Feb 2012
Telah dibaca 149 kali
Pemerintah berencana membangun bandar udara di wilayah Jakarta bagian timur, tepatnya di Kerawang sebagai antisipasi kelebihan kapasitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Menurut Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, pembangunan Bandara Kerawang tersebut harus direalisasikan pemerintah. Sebab akan banyak keuntungan dari proyek tersebut. Nantinya akan terintegrasi antara jalan tol Trans Jawa jalur kereta api lintas utara jawa yang menghubungkan DKI Jakarta dengan Cirebon, Jawa Tengah hingga ke Jawa Timur, dengan pelabuhan udara.
Yayat menambahkan akan terpecahkan mobilitas orang maupun volume kendaraan yang selama ini menumpuk menuju ke DKI Jakarta dan Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang. Kalau bandara ini (Bandara Kerawang) dibangun, dampaknya akan terjadi kemacetan akibat kendaraan dan mobilitas orang terganggu," tuturnya". Dia juga mengungkapkan, keuntungan-keuntungan lain dibangunnya bandara tersebut, yaitu semakin tumbuhnya kawasan industri di kawasan Kerawang, Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat, dan sekitarnya. Tentunya tumbuh kembangnya industri kreatif yang menjadi program pemerintah turut terpacu.
Yayat menegaskan, dengan dibangunnya bandara tersebut pastinya akan terjadi pengembangkan wilayah baru yang diprediksi juga ikut memangkas angka pengangguran. Seperti diketahui pemerintah berencana membangun bandar udara pendukung Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang diprediksi akan mengalami kelebihan kapasitas penumpang dua hingga tingga tahun mendatang.
Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan pembangunan bandara pendukung tersebut bertujuan untuk mengantisipasi Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng yang diperkirakan hanya bertahan 2014-2015. Kita sedang melakukan studi lokasi sebab paling tidak tahun 2013 bandara pendukung ini sudah dibangun. Untuk lokasi badar udara Bambang mengungkapkan, terletak di wilayah Kerawang tepatnya di mana lokasi itu masih didalami oleh tim pengkaji yang dibentuk pemerintah. (umi/tbk)