Full Post » Bandara

Jawa Barat Minta Pemerintah Pusat Bantu Bandara Kertajati

Dirilis oleh admin pada Senin, 13 Feb 2012
Telah dibaca 106 kali

Pemerintah Jawa Barat meminta pemerintah pusat ikut membiayai pembangunan Bandara Kertajati Majalengka. "Di sisi lain pengendalian udara semacam traffic system untuk navigasi udara kita minta agar dihandle APBN, yang lainnya ikhtiar Pemprov Jabar bersama swasta," kata Kepala Bappeda Jawa Barat Deny Juanda Puradimaja di Bandung, beberapa waktu lalu.  Dari 1.800 hektar lahan yang diproyeksikan untuk bandara itu, pada tahap pertama pembebasan lahan 500 hektare sudah beres. Lahan yang sudah ada, papar Deny, sudah cukup untuk membangun runway plus terminal 1 bandara itu.

Deny mengatakan Pemerintah Jawa Barat memutuskan untuk menghentikan dulu pembebasan lahan sisanya. Di atas lahan yang sudah ada itu akan mulai dibangun infrastruktur untuk bandara itu. Dana yang dibutuhkan untuk itu diproyeksikan mencapai Rp 1,3 triliun. Menurutnya, pembangunan bandara itu akan digarap memakai mekanisme PPP (Public Private Partnership). Tender untuk pembangunan sisi darat bandara itu, lanjut Deny, tengah disiapkan untuk menarik investor yang bersedia membangunnya. "Ini memakai skema PPP tapi kita ingin dikombinasikan dengan APBN," kata Deny.

Untuk itu, paparnya, pihaknya akan meminta Menteri Perhubungan mengubah Surat Keputusannya soal pembangunan Bandara Kertajati itu. Dalam surat keputusan itu disebutkan proyek pembangunan bandara itu tidak akan didanai oleh APBN. "Sekarang 2011 sudah lebih baik suasana pembangunan kerja sama pusat daerah sudah makin baik, tolong yang 'non-APBN' itu diganti 'bersama APBN'," kata Deny. Deny mengatakan bantuan dari pemerintah pusat itu minimal berupa pembiayaan pengelolaan sisi udara bandara itu. "Kita berharap sisi udara itu dari APBN, supaya sistem (pengendalinya) jadi satu (dengan bandara lain)," katanya.

530 Ha lahan bandara di Kertajati sudah dibebaskan Lahan areal bandara di Kertajati Kab. Majalengka untuk komplek bandara seluas 530 ha sudah dibebaskan seluruhnya dan siap masuk tahap pelelangan pada 2011. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Deny Juanda mengemukakan Pemprov Jabar kini sedang menyiapkan tim yang akan mempersiapkan tender bandara yang diperkirakan menyedot investasi Rp 3 triliun tersebut.

Menurut dia, tim beranggotakan Bappeda Jabar, Dinas Perhubungan, Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal, dan lain-lain. “Tim juga akan mendapatkan bantuan asistensi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional [Bappenas],” katanya hari ini. Dia menuturkan sejumlah dokumen untuk persiapan lelang bandara sebetulnya sudah disiapkan, tinggal menunggu kajian dari Bappenas. Dokumen yang telah ada tersebut berupa desain rencana detil (DED), studi kelayakan (FS), analisis pasar, dan lain-lain. 

(hh/tbk)