Selasa, 26 Maret 2019 | 09:30 WIB

TANGGAPAN GEMPA BUMI DI PERAIRAN BARATDAYA BENGKULU, TANGGAL 20 FEBRUARI 2019

  • Berita
  • Jumat, 22 Februari 2019 | 19:23 WIB
  • Reporter
TANGGAPAN GEMPA BUMI DI PERAIRAN BARATDAYA BENGKULU, TANGGAL 20 FEBRUARI 2019

*TANGGAPAN GEMPA BUMI DI PERAIRAN BARATDAYA BENGKULU, TANGGAL 20 FEBRUARI 2019*

*I. Informasi Gempa bumi*
Gempa bumi terjadi pada hari Rabu, 20 Februari 2019, pukul 01:46 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 101,63° BT dan 6,58° LS, dengan magnitudo M5,5 pada kedalaman 14 km, berjarak 292 km baratdaya Kaur, Bengkulu. _GeoForschungsZentrum_ (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 101,75° BT dan 6,59° LS dengan magnitudo 5,0 Mw dan kedalaman 10 km. _The United States Geological Survey_, Amerika Serikat, menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 101,759° BT dan 6,595° LS pada kedalaman 10 km dengan magnitudo M5,1.

*II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi*
Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebelah barat daya Pulau Sumatera. Kegempaan di Pulau Sumatera sangat dipengaruhi oleh penunjaman Sunda di sebelah Barat P. Sumatera dan Sesar Besar Sumatera. Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa adalah Pulau Enggano dan Pesisir barat Bengkulu dan Lampung. Secara litologi Pulau Enggano disusun oleh batuan sedimen Tersier, dan pantai Bengkulu tersusun oleh konglomerat aneka bahan, breksi, batugamping terumbu dan batugamping klasitik dari Formasi Bintuhan berumur Plio-Plistosen. Khusus di Kota Bengkulu dan sekitarnya, Formasi Bintuhan ditutupi oleh pedataran luas alluvium berupa endapan kerikil, pasir dan lempung yang menempati pedataran pantai dan daerah aliran sungai.

*III. Penyebab gempa bumi*
Gempa bumi berpusat di lempeng samudra Indo-Australia, di luar zona subduksi atau disebut gempa bumi _outer rise_. Gempa bumi diperkirakan terjadi akibat reaktivasi sesar yang disebabkan oleh litosfer samudera yang mendekati zona subduksi dan menekuk ke dalam parit _(trench)_ laut dalam. Berdasarkan GFZ dan USGS, sesar penyebab gempa ini mempunyai mekanisme sesar geser.

*IV. Dampak gempa bumi*
Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun gempa bumi berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi terkait intensitas guncangan yang dirasakan serta kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.

*V. Rekomendasi*
(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

==========
*Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi*
*Badan Geologi - KESDM*