Sabtu, 16 Februari 2019 | 06:35 WIB

Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Kec. Cimarga , Kabupaten Lebak Provinsi Banten

  • Berita
  • Senin, 11 Februari 2019 | 14:19 WIB
  • Reporter
Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Kec. Cimarga , Kabupaten Lebak Provinsi Banten

Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Kec. Cimarga , Kabupaten Lebak Provinsi Banten
11 February 2019

Tanggapan bencana gerakan tanah di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, berdasarkan pemberitaan media https://www.msn.com pada hari Minggu, 10 Februari 2019, sebagai berikut:
1. Lokasi dan waktu kejadian:
Gerakan tanah terjadi di Kampung Jampang Cikuning dan Jampang Neglasari RT 01 dan 02 RW 09, Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Bencana tersebut diperkirakan terjadi pada hari Sabtu, 9 Februari 2019.

2. Jenis gerakan tanah:
Jenis gerakan tanah diperkirakan berupa rayapan yang terjadi di sekitar permukiman. Kondisi ini diindikasikan oleh terjadinya pergeseran dan retakan pada permukaan tanah.

3. Dampak gerakan tanah:
• 2 (dua) rumah hancur.
• 102 rumah mengalami rusak ringan dan berat .

4. Kondisi daerah bencana :
• Secara umum lokasi bencana merupakan perbukitan bergelombang yang berada pada ketinggian antara 50 sampai dengan 100 meter di atas permukaan laut dan di sekitar lokasi gerakan tanah mengalir sungai Ci Simeut.
• Berdasarkan Peta Geologi Lembar Serang, Jawa (Rusmana drr., P3G, 1991), daerah bencana tersusun oleh tufa batuapung, batupasir tufaan, dan napal glaukonitan dari Formasi Cipacar. Batuan tersebut terendapkan di atas tufa batuapung, konglomerat, dan breksi andesit dari Formasi Genteng.
• Berdasarkan Peta Prakiraan Terjadi Gerakan Tanah di Kabupaten Lebak Provinsi Banten (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Cimarga termasuk dalam zona potensi gerakan tanah Menengah - Tinggi. Artinya daerah ini mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali. Desa Sudamanik, di mana gerakan tanah terjadi berada pada zona potensi terjadi gerakan tanah rendah sampai menengah. Zona potensi terjadi gerakan tanah rendah artinya di daerah ini secara umum jarang terjadi gerakan tanah jika tidak mengalami gangguan pada lereng, gerakan tanah dengan dimensi kecil mungkin dapat terjadi terutama pada tebing lembah (alur) sungai, dan jika terdapat gerakan tanah lama, lereng telah mantap kembali

5. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan:
• Batuan tufa yang mudah meloloskan air serta sifatnya yang berbatuapung memudahkan terbentuk rongga akibat penggerusan air di bawah permukaan.
• Bidang lemah berupa kontak antara batuan yang mudah meloloskan air dengan bagian bawahnya yang lebih kedap air sehingga berfungsi sebagai bidang gelincir.
• Kemiringan lereng yang agak terjal hingga terjal.
• Hujan yang turun dengan intensitas tinggi menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah.

6. Rekomendasi:
Mengingat curah hujan yang masih tinggi dan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda yang lebih besar, direkomendasikan sebagai berikut:
• Penduduk yang tinggal pada lokasi yang berdekatan dengan tebing, alur lembah dan alur sungai di sekitar lokasi gerakan tanah, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah turun hujan.
• Tidak melakukan aktivitas di atas, bawah atau pada bagian lereng pada saat dan setelah turun hujan.
• Tidak beraktivitas di alur lembah dan alur sungai yang berpotensi menjadi jalan mengalirnya material longsoran dan banjir bandang, terutama pada saat dan setelah turun hujan.
• Masyarakat agar mengungsi jika turun hujan dengan intensitas tinggi dan lama serta terjadi perkembangan retakan.
• Masyarakat agar mengikuti arahan yang disampaikan oleh Tim Tanggap Darurat yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten.
• Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai daerah rawan longsor dan banjir bandang dengan memasang rambu-rambu peringatan sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
• Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat dalam penangan bencana gerakan tanah.

Sumber, PVMBG