Rabu, 17 Juli 2019 | 23:37 WIB

ANALISIS DATA GUNUNG ANAK KRAKATAU 26 Desember 2018 (Resume malam)

  • Berita
  • Kamis, 27 Desember 2018 | 18:22 WIB
  • Reporter
ANALISIS DATA GUNUNG ANAK KRAKATAU 26 Desember 2018 (Resume malam)

ANALISIS DATA GUNUNG ANAK KRAKATAU 26 Desember 2018 (Resume malam)

1. Info Umum G. Anak Krakatau:
a. Tinggi 338 meter dpl.
b. Terdapat 3 pulau di komplek Krakatau: Rakata(selatan); Sertung (baratlaut) dan Panjang (timur laut)
c. Sensor pemantauan seismik di pasang di 2 Pulau: Pulau Anak Krakatau dan Pulau Sertung (4km dari Anak Krakatau)
d. G.Anak Krakatau aktif kembali dan memasuki fase erupsi mulai Juli 2018
e. Aktivitas selanjutnya berupa letusan-letusan Strombolian (lontaran lava pijar) dan juga aliran lava pijar
f. Aliran lava pijar dominan mengarah ke tenggara.

2. Tahapan data menuju ke 22 Desember:
a. Sampai dengan tanggal 15 Des 2018: Aktivitas berupa letusan Strombolian dan kadang tenang 1-2 hari, berselang Strombolianseling
b. Tgl 19-20-21 Des 2018: Aktivitas masih berupa letusan
c. Tgl 22 Des 2018: dari jam 07 pagi, rekaman seismik menunjukkan bahwa letusan menerus tanpa jeda.

3. Kejadian Longsoran 22 Desember 2018:
a. Terjadi gempa pada jam 20.55. Tercatat dalam skala kecil di stasiun Seismik Sertung dan juga stasiun seismik Gunung Gede, Puncak Cianjur. Gempa diperkirakan berada di komplek Krakatau
b. Pada jam 21.03: Alat Seismik di Anak Krakatau mati. Diperkirakan terkena letusan. Pemantauan selanjutnya menggunakan stasiun Seismik Sertung.
c. Dari citra satelit diketahui bahwa lereng barat-baratdaya longsor (flank collapse) dan masuk ke laut. Data seismik tidak menunjukkan adanya gejala kenaikan energi seismik sebelum kejadian longsor.

4. Surtseyan:
a. Sejak tanggal 22 Des diamati adanya letusan tipe Surtseyan, yaitu aliran lava atau magma yang keluar kontak dengan air. Hal ini berarti bahwa debit volume magma yang dikeluarkan meningkat dan lubang kawah membesar, kemungkinan terdapat lubang kawah baru yang dekat dengan ketinggian air.

5. Kondisi saat ini:
a. Sejak tanggal 22 Des pagi sampai saat ini, letusan berlangsung tanpa jeda. Gelegar suara letusan terdengar beberapa kali per menit
b. Saat ini aktivitas Letusan masih berlangsung secara menerus, yaitu berupa letusan Strombolian disertai aliran lava pijar dan awan panas.
c. 26 Desember 2018:
i. Letusan berupa awanpanas dan Surtseyan.
ii. Awanpanas ini yang mengakibatkan adanya hujan abu termasuk yang terekan pada 26 Des jam 17.15
iii. Dari Pos Kalianda, jam 12 malam melaporkan suara gemuruh dengan intensitas tinggi..
d. Direkomendasikan untuk tidak masuk ke area komplek Krakatau (radius 5 km dari anak Krakatau)

Demikian Terimakasih

Sumber : PVMB-Geologi