Senin, 16 Desember 2019 | 17:49 WIB

Longsor Mirip Likuefaksi Terjadi di Kalimantan Utara

  • Berita
  • Selasa, 5 November 2019 | 09:45 WIB
  • Reporter
Longsor Mirip Likuefaksi Terjadi di Kalimantan Utara

Tanggapan bencana gerakan tanah di Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara

1. Lokasi dan waktu kejadian:
Gerakan tanah terjadi di di PT Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN) site Bebatu Kab Tana Tidung, di akses jalan tambang dari disposal menuju pit 9 Utara.Longsor terjadi pada sekitar pukul 08.00 WITA, 29 Oktober 2019.

2. Jenis gerakan tanah:
Jenis gerakan tanah berupa longsoran aliran (flow slide) yang terjadi pada tanah galian hasil tambang.

3. Dampak gerakan tanah:
Korban jiwa tidak ada, 6 unit tertimbun yaitu 3 excavator, 1 Dozer, 1 ADT, 1 LV

4. Kondisi daerah bencana :
• Secara umum lokasi bencana merupakan bagian dari Pulau Bangkudulis besar dengan morfologi berupa pedataran dan rawa dari delta sungai Sesayap. Elevasi berada pada kisaran 5 – 30 mpdl.
• Berdasarkan Peta Geologi Lembar Tarakan dan Sebatik (Hidayat dkk., 1995), daerah bencana tersusun oleh Aluvium (Qa) yang terdiri dari lumpur, lanau, pasir, kerikil dan koral, endapan pantai, sungai, dan rawa.
• Berdasarkan Peta Prakiraan Gerakan Tanah Provinsi Kalimantan Utara (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Daerah bencana termasuk dalam potensi terjadi Gerakan tanah menengah. Artinya daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan.
• Gerakan tanah sebelumnya pernah terjadi namun longsor yang terjadi ini merupakan yang terparah.

5. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah dan banjir bandang diperkirakan:
• Kondisi tanah galian hasil tambang yang bersifat keropos dan lepas lepas.
• Lokasi bencana merupakan tempat pembuangan lumpur.
• Pengaruh dari lumpur dan air pada tempat disposal (pembuangan lumpur) yang membuat tanah galian di sekitarnya menjadi jenuh air dan kehilangan daya dukung tanahnya sehingga longsor.
• Aktivitas penambangan yang kurang memperhatikan hasil tanah galian bekas tambang.

6. Rekomendasi:
• Bencana geologi yang terjadi adalah Gerakan tanah yaitu longsoran yang berkembang menjadi aliran bahan rombakan akibat aktivitas penambangan dan bukan Likuifaksi.
• Masyarakat / Pekerja Tambang yang beraktifitas disekitar lokasi kejadian agar waspada terhadap potensi longsor susulan
• Penataan area tambang pada daerah disposal terutama untuk drainase dan pembuangan lumpur agar tanah tidak jenuh
• Mamasang rambu-rambu peringatan dan garis polisi agar tidak ada yang masuk ke lokasi kejadian
• Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala - gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
• Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

Sumber : PVMBG