Kamis, 18 Juli 2019 | 00:16 WIB

TANGGAPAN GEMPA BUMI DI PERAIRAN BARATDAYA CILACAP, JAWA TENGAH, 29 JUNI 2019

  • Berita
  • Minggu, 30 Juni 2019 | 06:26 WIB
  • Reporter
TANGGAPAN GEMPA BUMI DI PERAIRAN BARATDAYA CILACAP, JAWA TENGAH, 29 JUNI 2019

*TANGGAPAN GEMPA BUMI DI PERAIRAN BARATDAYA CILACAP, JAWA TENGAH, 29 JUNI 2019*

*I. Informasi Gempa bumi*
Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, 29 Juni 2019, pukul 13:46 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 108,85° BT dan 8,56° LS, dengan magnitudo M5,3 pada kedalaman 10 km, berjarak 94 km baratdaya Cilacap, Jawa Tengah. _GeoForschungsZentrum_ (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 108,89° BT dan 8,53° LS dengan magnitudo 5,2 mb dan kedalaman 73 km. _The United States Geological Survey_, Amerika Serikat, menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 108,980° BT dan 8,229° LS pada kedalaman 81.4 km dengan magnitudo M5,1.

*II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi*
Pusat gempa bumi berada di laut. Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi adalah wilayah Cilacap dan pesisir jawa tengah. Wilayah tersebut pada umumnya disusun oleh endapan kuarter dan batuan berumur tersier berupa batuan sedimen dan batuan gunungapi. Batuan berumur Kuarter serta batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, belum kompak sehingga bersifat memperkuat efek guncangan gempa bumi.

*III. Penyebab gempa bumi*
Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi ini berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

*IV. Dampak gempa bumi*
Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan G. Guntur di Kec. Padakembang, Singaparna, Kab. Tasikmalaya, guncangan gempa bumi dirasakan dengan intensitas II MMI _(Modified Mercalli Intensity)_. Berdasarkan BMKG, gempa bumi ini dirasakan di Cilacap, Bantul dan Kebumen dengan intensitas II-III MMI, serta di Pacitan dan Pangandaran dengan intensitas I-II MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan resmi adanya kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi ini.

*V. Rekomendasi*
(1) Masyarakat diiimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.

==========
*Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi*
*Badan Geologi - KESDM*