Selasa, 26 Maret 2019 | 08:53 WIB

Tanggapan kejadian amblasan Di Jalan Raya Gubeng, Surabaya Jawa Timur

  • Berita
  • Sabtu, 22 Desember 2018 | 10:00 WIB
  • Reporter
Tanggapan kejadian amblasan Di Jalan Raya Gubeng, Surabaya Jawa Timur

Tanggapan kejadian amblasan Di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, berdasarkan berita di http://jatim.tribunnews.com/2018/12/19/jalan-gubeng-surabaya-ambles-kombes-pol-rudi-setiawan-sebut-potensi-longsor-masih-mungkin-terjadi , pada hari Rabu, tanggal 19 Desember 2018 sebagai berikut:

1. Lokasi dan Waktu Kejadian :
Amblasan terjadi di Jalan Raya Gubeng, Surabaya tiba-tiba ambles, pada Hari Selasa malam (18/12/2018) sekitar pukul 21.41 WIB. Jalan Raya Gubeng Surabaya Sesuai SK Menteri PU PR Nomor : 290/KPTS/M/2015 Penetapan Ruas Jalan Menurut Statusnya Sebagai Jalan Nasional.

2. Dampak gerakan tanah:
Berdasarkan pengamatan TribunJatim.com, amblasnya Jalan Raya Gubeng membuat 2 bangunan rusak. Bangunan itu meliputi; Toko Elizabeth dan Bank BNI.

3. Kondisi daerah bencana :
• Berdasarkan Peta Rupabumi Indonesia Lembar Rungkut (Bakosurtanal, 1999) dan Wonokromo (Bakosurtanal, 1999), morfologi daerah bencana berupa pedataran.
• Batuan penyusun di lokasi bencana dan sekitarnya berdasarkan Peta Geologi Lembar Surabaya, Jawa (Sukardi, 1992), berupa endapa aluvium (Qa), yang terdiri dari kerakal, kerikil, pasir, lempung dan setempat pecahan cangkang fosil.
• Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada bulan Desember 2018 di Kota Surabaya (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi), daerah gerakan tanah terletak pada zona kerentanan gerakan tanah rendah, artinya daerah tersebut mempunyai tingkat rendah untuk terjadi gerakan tanah, umumnya jarang terjadi gerakan tanah jika tidak mengalami gangguan pada lereng, dan jika terdapat gerakan tanah lama, lereng telah mantap kembali.

4. Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena :
• Berdasarkan laporan dari pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VIII, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dijelaskan bahwa Rumah Sakit Siloam Surabaya telah melakukan pembangunan proyek Basement yang tidak di pondasi sehingga mengakibatkan jalan tertarik dan amblas hingga kedalaman sekitar 20 meter dengan panjang sekitar 100 meter dan lebar 25 meter.
• Muka air tanah yang dangkal akibat musim hujan saat ini

5. Rekomendasi
• Segera memasang dinding penahan agar amblesan tidak meluas
• Saluran aliran air diusahakan tidak masuk ke dalam area tersebut supaya amblesan tidak meluas
• Hindari konsenterasi masyarakat yang banyak atau dikasih batas pengaman agar masyarakat tidak berkumpul atau menonton kejadian tersebut dikhawatirkan daerah sekitar lokasi amblesan tersebut masih labil
• Pengguna jalan dan masyarakat yang berada/tinggal dekat dari lokasi bencana atau masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah hujan deras yang berlangsung lama
• Masyarakat sekitar hendaknya mengikuti arahan dari pemerintah daerah yang berwenang menangani masalah tersebut.

Laporan ini hanya berupa interpretasi kondisi geologi pada daerah amblasan di jalan raya Gubeng. Untuk informasi selengkapnya, menunggu hasil kajian dari Kementerian PUPR selaku pihak yang berwenang.

Tanggapan ini dapat diunduh atau download di www.vsi.esdm.go.id
Demikian tanggap darurat ini kami sampaikan terima kasih atas perhatiannya.

a.n Kepala Badan Geologi
Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Ir. Gede Suantika, M.Sc
NIP. 19611030 199103 1001